Berikut inilah sosok dari Nio Junanda Yasin, pemeran Boris dalam sinetron Preman Pensiun yang sempat terjerat narkoba. Diketahui, Nio Junanda Yasin pernah mendekam di penjara karena kasus penyalahgunaan narkoba pada 11 September 2021. Ia ditangkap di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat,

Lantas, siapakah sosok Nio Junanda Yasin? Pria yang kerap disapa Eben ini berasal dari daerah Lembang, Jawa Barat. Sebelumnya, Eben juga sempat menceritakan kisah hidup sebelum menjadi pemain Preman Pensiun Season 4 dan 5.

Sebelum ikut casting sinetron komedi yang tayang di setiap bulan Ramadan,Ebenmengaku tidak bekerja. Cara Gampang Intip Password Wifi dari HP Gratis Android, iOS Aman dan Legal dengan WiFi Map Tips Beli iPhone Anti Blokir IMEI, Ikuti Lima Langkah Gampang Ini

VIRAL TERPOPULER Anak Cungkil Mata Ibu Sendiri Iwan Dikira Jadi Tentara, Ternyata Tewas Sejak 2022 "Gini aja pengangguran," katanya dalam video di kanal Youtube DIKDIK Channel yang diunggah pada 13 Mei 2021. Namun, ia pernah berpengalaman bekerja di dapur restoran.

Ia sempat kerja di salah satu restoran yang berada di kawasan Kampung Gajah. "Kerja pernah di salah satu restoran di Bandung, di Kampung Gajah." "Kerja di sana lama sampai berakhirnya Kampung Gajah, tahun 2012," katanya.

Kemudian, ia juga pernah bekerja sebagai tukang cuci piring. "Terus pindah ke Skyland. Ikut di dapur cuci piring," ujarnya. Pada akhirnya,Ebenpun memasuki dunia kerja baru setelah menjadi penggemar Preman Pensiun.

Ia kerap ikut berbagai acara yang digelar tentang Preman Pensiun. Dari situlah,NioJuandaYasinini diajak rekan lain untuk ikut casting. "Suka ngikut kalau ada acara, ngefan banget sama preman pensiun," ujarnya. Awalnya, ia kurang percaya diri untuk ikut casting. Namun, rekannya yang lain memberikan semangat dan dukungan.

Pada akhirnya, ia pun datang mengikuti casting untuk Preman Pensiun 4. Ia diminta memperagakan dialog dari naskah karakter Kang Murad. "Waktu casting disuruh baca naskah A Murad yang panjang," katanya.

Nasib baik pun berpihak padanya. Tidak butuh waktu lama menunggu panggilan, sehari setelah casting ia langsung dihubungi. Akhirnya, ia dipercaya memerankan karakterBorisPremanPensiun. "Sehari casting besoknya langsung," ujarnya.

Ia pun mendapatkan cukup banyak adegan di PP4. Di tahun selanjutnya,Ebenjuga mendapatkan banyak scene di Preman Pensiun 5. Pria asalLembangini mengaku, kenangan tak terlupakan adalah saat dia banyak lupa dialog saat syuting. Hal itu membuat dia harus mengulang ulang adegannya.

"Kebanyakan lupa dialog, makanya diulang lagi diulang lagi," katanya. Dari bermain sinetron yang digemarinya, pemeranBorisPremanPensiunada pelajaran yang bisa diambilnya. "Emang harus jadi diri sendiri jangan jadi orang lain," katanya.

Sebelumnya, ia juga sempat ditangkap polisi karena kasus narkoba jenis sabu sabu. Boris diringkus polisi di sebuah Guest House di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada 11 September 2021. Ia ditangkap bersama satu orang temannya berinisial RI.

Boris mengaku belum lama mengonsumsi barang haram tersebut. "Kurang lebih satu bulan atau dua bulan, itu baru sementara ya karena kan kalau pengakuan bisa saja (bohong)," ujar Kapolres Cimahi, AKBP Imron Ermawan, saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Rabu (15/9/2021). "Yang jelas untuk saat ini baru pemakai, kalau terkait pengedar atau tidaknya, masih dalam tahap pendalaman. Tapi bisa jadi ke arah pengedar," lanjutnya.

Kasatnarkoba Polres Cimahi, AKP Nasrudin, mengatakan berdasarkan hasil penyidikan dan pendalaman, ternyata Boris bukan hanya sebagai pengguna saja, melainkan juga pengedar. Namun dia juga sebagai perantara atau pengedar narkoba. "Hasil penyidikan dan penyelidikan, kami menetapkan bahwa Nio Juanda alias Boris statusnya sebagai perantara penjualan," ujarnya saat ditemui di Mapolres Cimahi, Selasa (19/10/2021).

Menurut Nasrudin, barang bukti narkoba yang sudah diamankan ternyata bukan untuk Boris, melainkan untuk dijual kembali kepada seorang DPO atas nama Cacag. Sehingga Boris pun dipastikan sebagai pengedar narkoba. "Hal tersebut dikuatkan dengan hasil pemeriksaan berita acara yang dilakukan penyidik SatnarkobaPolresCimahidan juga adanya chat WA yang ada di HP nya Nio Juanda," kata Nasrudin.

Nasrudin mengatakan, dari total barang bukti sabu sebesar 1 gram itu, Boris bersama R memakai 0,3 gram secara bersama sama, sedangkan sisanya yang berjumlah 0,7 gram akan diserahkan kepada Cacag. "Tetapi sebelum diserahkan ke Cacag, Nio Juanda keburu ketangkap dan diamankan anggota SatnarkobaPolresCimahi," ujar Nasrudin. Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *