Sutradara Anggy Umbara memastikan film menjadi sebuah media komunikasi massa untuk bisa menyampaikan pesan dan makna di dalamnya bagi orang yang menonton. Hal itu yang diterapkan oleh Anggy Umbara dalam penggarapan film Vina: Sebelum 7 Hari. Film garapannya saat ini menjadi perbincangan publik. Ada yang menuai pro dan kontra usai film Vina: Sebelum 7 Hari tayang di bioskop.

"Dimensi film itu banyak, satu sebagai industri, kedua sebagai kontrol sosial memperlihatkan yang lainnya, tiga sebagai hiburan, dan platform menyampaikan pesan. Semua ada di film," kata Anggy Umbara ketika ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (31/5/2024). Anggy Umbara menambahkan setiap film memiliki dampak tersendiri bagi setiap orang. Salah satunya dampak positif di dalamnya. "Yang terpenting substansinya, ada perubahan apa yang terjadi setelah adanya film ini. Menyentuh dengan kebaikan apa yang jelek, semua ada di film, semoga dengan film ini bisa banyak membuat kebaikannya," ujar Anggy Umbara.

Berkaca dari film Vina: Sebelum 7 Hari menurut Anggy Umbara jika karya tersebut berasal dari kisah nyata, kemudian ada kasus yang belum terungkap dalam masalah tersebut yang kemudian menjadi viral. Pelatih Filipina Diancam Dibunuh Jelang vs Timnas Indonesia, Menpora: Diproses Hukum Wartakotalive.com Jelang Mudik Lebaran 2024, Dishub DIY Temukan Puluhan Angkutan Penumpang Tidak Lolos Ramp Check

Soal BAB 7 Seni Rupa Kelas 4 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap Kunci Jawaban, Komik Sederhana Dengan diangkatnya kasus pembunuhan Vina diharapkan bisa membuka jalan keluar bagi pihak keluarga untuk mendapatkan hak yang seharusnya didapat. "Di film ini kan karena ada kasus yang belum tuntas dari harapan sebuah keluarga," ungkap Anggy Umbara.

"Harapan mendapatkan hak kebahagiaan, harapan untuk hak haknya kembali terus refleksi kepada masyarakat kita terhadap bully terhadap bahayanya gang motor kebakaran, kriminalitas," sambungnya. Di sisi lainAnggy Umbara buka suara dimana film Vina: Sebelum 7 Hari diadukan ke Barareskrim Polri. SebelumnyaAsosiasi Lawyer Muslim Indoneisa (ALMI) membuat aduan ke Bareskrim Polri lantaran film garapan sutradara Anggy Umbara dinilai menciptakan kegaduhan.

Anggy Umabara sendiri tidak menyangka mengapa film Vina: Sebelum 7 Hari itu di diadukan kepada pihak kepolisian. "Ya kayak masih mimpi aja, bangun… Sejak kapan film bisa melanggar hukum setelah ditonton jutaan orang dianggap membuat kegaduhan," kata Anggy Umbara. Padahal sebelum penayangannya di bioskop, film Vina: Sebelum 7 Hari ini sudah lulus sensor dan diangkat dari kisah nyata.

"Karena film ini sudah lulus sensor dan dasarnya memang kisah nyata," tandas Anggy Umbara. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *